Newest Post
// Posted by :All about Japan
// On :Minggu, 02 November 2014
Keluarga deni termasuk pecinta kebudayaan khususnya
perwayangan yang berasal dari yogyakarta. Ayah denilah yang semasa mudanya
gemar dengan wayang saat umur 26 tahun ia sudah banyak melatih orang memainkan
wayang, bahkan ia banyak memenanangkan kejuaraan saat festival kebudayaan.
Ia memiliki dua orang anak laki-laki yang dilataih
olehnya hingga sekarang, salahsatu anaknya adalah iman yang mulai fokus
menggeluti perwayangan,bahkan ayahnya membuat sanggar perwayangan untuk
memajukan perwayangan di zaman modren ini,imanlah penerus pertamanya yang dipercayai
oleh ayahnya memegang sanggar yang ia buat dengan semangatnya, Ayahnya sudah
mengajarinya tentang perwayangan saat iman masih SD, kini iman berhasil
memajukan sanggar ayahnya yang awalnya sepi peminat kini ayahnya kagum padanya.
Deni anak kedua yang kini masih duduk di kelas 2 SMA, Ia
sudah di ajari ayahnya saat SD karna melihat potensi deni yang semangat seperti
ayahnya dia diajari sampai matang hingga sekarang. Bahkan deni lebih unggul
dalam membuat cerita perwayangan. Namun saat deni duduk di klas 2 SMA entah mengapa
ia jadi jarang latihan bahkan sama sekali tidak ikut latihan di sanggar, teman-teman
deni banyak yang menanyakannya
"ka iman,,
deni akhir-akhir ini tidak pernah ikut latihan ya" kata echa saat selesai
latihan "kamu kangen ya cha hehe...” gurau iman
“serius ka” tegas echa
“kaka juga tidak tau cha, kaka disanggar terus jarang ke
rumah,besok deh aku tanyakan" kata iman membereskan wayangnya
" bukankah deni
Sekarang ikut ekskul japan club[1] ya" celutuk fawaz
"oh aku tau itu waz,, di japan club ada juga yang
namanya cosplay[2]
kan?
deni memang suka
sekali meniru-nirukan gaya Karakter anime[3] jepang sampai terbawa
dalam kehidupannya,membuat kostum semirip mungkin.karna aku sering datang keacara
festival jepang" jelas romi
"emm jadi begitu
ya rom,besok aku tanyakan ke dia" tutup iman menyelesaikan latihan hari
ini.
Anak-anak sanggar mulai pulang ke rumahnya masing-masing,
iman memutuskan untuk menginap di rumah ayahnya karna ada sesuatu yang ingin di
tanyakan tentang deni.
Saat iman sampai dirumahnya, Iman urung bertanya pada
ayahnya tentang deni,bahkan nampaknya ia benar-benar tidak tau.
Ke esokan harinya deni yang masih tertidur, dibangunkan
oleh iman
"dugdug"suara pintu
"de,,,bangun
de ayah sudah menunggu di bawah untuk
makan pagi" iman dengan nada keras "baru menginep sehari saja sudah
berisik, iya..iya nanti aku ke bawah,bawel banget" deni juga membalas
dengan nada tinggi.
Iman terkejut
mendengar ucapan adiknya, semenjak iman jarang pulang kerumah karna mengurusi
sanggar, deni mulai bersikap dingin dengan iman.
deni mulai turun kebawah dan masih memakai kaus merah
terang bergambar karakter anime dengan celana pendeknya sesekali ia menguap, mata
ayahnya sudah menatap tajam semenjak deni turun kebawah,deni melirik ayahnya ia
bingung dengan tatapan ayahnya yang begitu tajam kepadanya.
"bu,,ayah kenapa
dia melihat ku seperti itu, seperti ingin marah saja" tanya deni ke ibunya
"yasudah kamu
duduk saja dulu ibu ingin menyiapkan makanan" ibu mengelus-ngelus rambut
deni yang beratakan.
Suasana di meja makan mulai hening tidak ada kata yang
keluar dari mulut mereka bertiga,beberapa menit kemudian ayah mulai berbicara
"deni
akhir-akhir ini kenapa kamu tidak pernah latihan wayang lagi? kaka mu yang
memberitahukannya" tanya ayah dengan nada pendek.
deni melirik ke iman dengan dahi terlipat dan menggerakan
mulutnya.
"sudahlah yah
bukan waktunya untuk membahas itu di pagi hari seperti ini aku malas masih
ngantuk” deni menidurkan kepalanya di atas meja makan
" deni!! ayah bicara pada mu" ayah mulai
meninggikan suaranya seketika deni mengangkat kepalanya.
suasana pagi dengan angin yang membuat bulu roma berdiri
kini mulai memanas
" aku sudah
mulai bosan dengan perwayangan yah,menurut ku itu kuno,hanya kake-kake yang
memainkan hal seperti itu dan apa ayah tau? aku selalu di cibir oleh
teman-teman ku si wayang kurus arjuna.aku sudah muak di cibir seperti itu,aku
lebih suka hobyku yang sekarang" deni dengan santai pada ayahnya.
ayah diam tak
berkata-kata kar na terkejut anak terakhirnya mengatakan hal seperti itu yang
telah diajarinya bertahun-tahun dan hanya untuk mendengar pengakuan yang pahit
untuk ayahnya.
" wayang
sudah menjadi darah daging di keluarga kita den,untuk apa ayah mendirikan
sanggar khusus untuk wayang, itu adalah rasa cinta ayah terhadap perwayangan.
kamu boleh ikut budaya yang lain tapi ingat perinsip
keluarga kita membangkitkan semangat perwayangan yang mulai tidak banyak
peminatnya itu sudah harga mati di keluarga kita dan satuhal lagi kamu adalah
menerus kakak den." kata iman menatap deni.
"aku sudah melupakan prinsip keluarga ini,terlalu
kuno dan membatasi impian ku" balas deni kesal. iman hanya menggelengkan
kepalanya tidak percaya adiknya berubah secepat itu,padahal imanlah yang selalu
mengajarinya wayang disaat ayah mulai mempercayainya hingga ia mahir, denipun
termasuk anak yang berbakat memainkan wayang. karna didalam keluarga ini wayang
sudah menjadi prinsip.
saat ayahnya mendengar ucapan deni yang sudah yang sudah
keterlaluan,ayah bankit dari duduknya mengangkat tangan seraya ingin memukul namun iman memegang tangan ayah "sudah
yah,,suatu saat dia akan mengerti,biarkan dia menikmati apa yang dia suka
sekarang " mendengar kata-kata anaknya,ayahnya mulai menurunkan tangannya
dan duduk kembali.
" lebih baik aku mandi, aku malas dengan situasi
seperti ini" deni meninggalkan tempat duduknya.
karna ia tetap
tidak ingin bermain wayang lagi,ayah benar-benar sangat kecewa
dengannya,suasana pagi itu menjadi sedingin es.
deni pergi kesekolah tanpa pamit dengan ayahnya, ibunya
khawatir dengan sikap deni yang mulai berubah, karna deni mulai dingin dengan ayah
dan kakanya. saat deni ingin berangka ayahnya tidak berkata apapun hanya suara
motor tetangga yang terdengar sedang
dipanaskan. demi pergi kesekolah naik
motor merahnya, menyelap-nyelip mobil yang
ada di depannya, deni mulai menurunkan
kecepatannya dia melihat burhan di pinggir jalan.
"burhann!!" panggil deni.
”deni kebetulan banget, Bareng den sampai sekolah"
burhan memukul punggung deni.
"ayo cepet,,
sudah mau telat nihh" deni menancap gas
"weii...den
tunggu!" burhan berlari mengejar motor deni
Di perjalanan kesekolah mereka berdua membicarakan
tentang japan club tenntang kostum yang
mereka jalani karna burhan juga salah satu dari anggotanya.
" den kostum cosplay kamen rider [4] sudah selesai?" tanya
burhan dengan suara lantang.
"sudah ko,,buat
kostum sederhana aja aku habis dua juta han" Bales deni
"mahal banget
den, aku saja bikin tidak sampai semahal itu,500 ribu juga sudah
jadi" balas burhan .
" harga tidak penting han yang penting kostumnya
bagus tidak kaya punya kamu"deni tertawa "haha,,tapi yang penting aku
punya kepuasan tersendiri bisa menbuat kostum sendiri, daripada harus beli keorang lain" balas
burhan
"sudahlah han
aku juga puas bisa memakai kostum ini meskipun yang buat orang lain,tapi
penampilan ku akan keren nanti” deni tertawa.
Bel tanda masuk sekolah terdengar, mereka berdua tepat
waktu sampai sekolah. Burhan di turunkan di gerbang sekolah. Para siswa
terlihat berlarian sekuat tenaga dari luar gerbang agar tidak telat, pak cipto
mulai menutup pintu gerbar dengan perlahan beberapa siswa berhasil masuk saat
gerbang mulai ditutup namun beberapa siswa terpaksa diluar untuk beberapa menit
dan siap mendapat hukuman dari pak cipto.
Di dalam kelas deni terlihat banyak yang membawa
properti-properti kebudayaan,karna hari ini ada lomba di sekolah tentang ke
budayaan,siswa pun bebas menampilkan kebudayaan dari negri manapun,mereka bebas
berkarya menampilkan dari budaya manapun. deni,burhan dan teman sekelas lainnya
berparti sipasi mengikuti lomba untuk Menunjukan bakatnya,karna hari ini ada
perlombaan, sekolah dipulangkan lebih cepat,siswa-siswa berbondong-bondong
mencari barisan paling depan untuk melihat lebih dekat, sebagian siswa ada yang
tidak minat melihat perlombaan dan memilih untuk pulang lebih awal. Penonton
dari kalangan siswa mulai ramai,mereka datang untuk mendukung perwakilan dari
kelasnya,guru-guru tertawa melihat siswanya bertingkah histris macam melihat
artis terkenal.
Dengingan pengeras suara mulai terdengar tanda acara akan
segera di mulai Suasana pun mulai hening karna pak komar kepala sekolah SMA ini
ingin memberikan sambutan "langsung saja, demi menyambut hari sumpah
pemuda kalian semua sudah tahu bukan? sekarang akan diadakannya perlombaan
kebudayaan dalam dan luar,jadi tolong ikuti acara ini dengan hikmat dan
tenang.hanya itu yg ingin saya sampaikan,maju terus para jiwa muda dan
berkobarlah layaknya api" Sambutan singkat pak komar,di akhiri dengan
terpuk tangan.
Peserta pertama menampilkan alunan musik dari arab yang
disebut marawis,semua penonton menyalsikan dengan hikmat, namun tidak kalah
hebatnya dengan peserta pertama peserta berikutnya dari kelas IPA menampilkan derama
tentang sumpah pemuda mereka membuat cerita semodren mungkin tentang anak yang
putus sekolah namun memiliki jiwa ingin maju, semua penonton begitu ramai saat
pentas berlangsung begitu berkesan penampilan mereka di siapkan begitu matang
dan memerlukan latihan yg cukup lama.
Lima peserta sudah tampil dengan masing-masing bakatnya
tiba sudah deni tampil menunjukan Penampilannya,deni tidak mewakili kelasnya
dia lebih ingin mewakili atasnama club jepangnya.
"peserta selanjutnya deni dari ekskul japan club,
beritepuk tangan" Kata pembawa acara bertepuk tangan.
Suara audio mulai
terdengar karna ini adalah bagian pelengkap penampilan deni,suara audio itu
seperti situasi ingin bertarung tiba-tiba deni keluar dari kerumunan penonton
menuju keatas panggung, deni yang memakai kostum kamen rider bergaya
seolah-olah ia sedang bertarung dengan musuh yang ada didepannya,deni begitu
lihai memainkan pedangnya seolah ia benar-benar sedang bertarung, suara audio
begitu teggang di dengar namun ada sebagian penonton yang kagum dengan penampilanya,
ada pula yg berbisik-bisik dengan temannya .
"aneh banget maksudnya apa tidak jelas
penampilannya" Bisik penonton dari belakang. Namun berbeda dengan teman
satu club deni mereka tidak henti-hentinya bertepuk tangan kagum dengan
penampilan deni,burhan tidak menyangka deni berlatih sampai bisa seperti itu
dan itu adalah penampilan terbaiknya. Penampilan cosplay deni diselesaikan
dengan sangat menarik membuat penonton tertawa.
Deni begitu percaya diri dengan penampilannya. "kamu
lihat han,aku bisa melakukannya dengan sempurna" tersenyum senang.
"hebat kamu
den,aku bahkan aku tidak akan bisa sesempurna mu" puji burhan
"habis peserta ini kamu kan han" tanya deni
"iya..aku
siap-siap dulu den" balas burhan
"ya semangat
han, aku penasaran dengan penampilan mu" deni tertawa.
Terpukan penonton sudah terdengar itu berarti burhan akan
segera tampil. Suara mulai diam seketika, "yaaa..pesertaTerakhir,semuanya
masih semangatt,,ini dia burhan dari kelas Bahasa" semangat pembawa acara.
Suara audio yang berbeda dari deni sebelumnya,suara audio
burhan seperti lantunan musik jawa, namun dimodrenkan menjadi terdengar
semangat saat orang mendengarkannya. Tiba-tiba penonton berteriak kagum,siapa
sangka burhan menampilkan cosplay seperti deni namun kostum burhan lebih unik
dia memakai kostum kamen rider. tetapi berwujud gatot kaca begitu eleggan bila
dilihat dari kostum berwarna keemasan burhan membuatnya dengan hasil
pemikirannya dan yang membuat deni takpercaya burhan tampil bukanhanya
memamerkan kostumnya tapi menampilkan permainan wayang,deni benar-benar
terkejut selama ini burhan bukan hanya pintar membuar kostum namun membuat
wayang juga yang di buat semodren mungkin seperti tokoh-tokoh anime jepang dia
memainkan wayang nya sambil memakai kostumnya. Penonton terbahak-bahak melihat
penampilan burhan memainkan wayang dia begitu pintar memainkan tokoh
wayang,arjuna sebagai tokoh utamanya
" pemisi om
rambut kuning,tadi saya lagi mandi tidak tahunya ada lubang dimensi dan saya
masuk kedalamnya ,lalu ini di mana ya"kata arjuna wayang bingung
"uwaaa!!ada
monsterr maa" kata naruto wayang
"woii!jangan kabur om rambut kuning,nasib pnya muka
kaya gini" kata arjuna wayang ,
Di pertengahan
jalan arjuna bertemu makluk bertopeng
"bang permisi,ini di mana ya.."tanya arjuna
"monster?
Rasakan ini sinar penghancurrr!" kata ultera man
" emaak salah apa anak mu ini" arjuna di bawa
terbang super man wayang.
suara tertawa penonton begitu ramai terdengar bahkan
guru-guru didalam kantor ikut menyaksikan dan tertawa bersama.
Saat penampilan burhan berakhir penonton berteriak
"lagi,,lagi" namun burhan lebih memilih mengakhirinya dengan
mengatakan pesan kepada teman-temannyanya "hei semua seru bukan melihat
wayang itu,siapa bilang menonton wayang itu membosankan dan seperti kakek-kakek,bahkan
yang ada di depan ku ini anak muda bukan?,satu hal yang harus kita ingat kalian
lahir di negri indonesia dan indonesia lahir dengan budaya-budaya yang beragam
sayang bila tidak di teruskan,oleh karna itu di hari sumpah pemuda ini kita
harus lebih mengenal indonesia lebih dalam lagi" Singkat burhan
Semua penonton bertepuk tangan begitupun guru-guru,
penampilan burhan begitu berkesan bagi siswa-siswa yang menyaksikannya.
"han hebat kamu,ternyata kamu pandai memainkan
wayang ya"deni memegang pundak burhan.
"hehe,,biasa aja ko den,karna pengumuman nya besok,
mau main ke rumah ku?"ajak burhan "wah..boleh,aku ingin tau cara
membuat kostum yang kamu pakai tadi han" balas deni senang
"ngomong-ngomong kamu suka wayang yang tadi aku tampilkan ga den"
tanya burhan Deni menghelakan nafas.
"sebenarnya saat aku duduk di kelas 4SD aku sudah d
ajari wayang oleh ayahku, namun hari ini
aku benar-benar bersalah mengatakan wayang adalah membosankan dan untuk orang
tua tetapi saat aku melihat burhan memainkan wayang dengan karakter yang di
senangi oleh anak muda jiwa ku jadi ingin sekali memainkan wayang kembali"
kata deni sambil memegang wayang deni.
"kebetulan den aku sedang mencari orang untuk Membuat
sanggar wayang tapi untuk anak muda dan berkarya juga membuat karakter-karakter
wayang,bagai mana?" balas burhan "karna ayahku sudah lama bermain
wayang jadi ia mendirikan sanggar juga bagaimana kalau memakai sanggar ku dulu
han, aku juga berminat han" senyum
deni
"wahh boleh
..aku tidak menyangka kamu dari keluarga pecinta wayang den" Deni ngangguk
meng iyakan.
deni yang awalnya tidak ingin bermain wayang lagi , tiga
bulan kemudian mereka berdua berusaha mendirikan komunitas wayang modren dan
tidak menghilangkan sisi kebudayaannya. Ayah deni lega melihat deni kembali
seperti dulu tersenyum gembira bersama iman memainkan wayangnya.bahkan tidak
lama komunitas mereka di bentuk mereka di panggil untuk pertamakalinya
menampilkan wayang di jepang untuk memperkenalkan budaya indobesia.