Newest Post

Archive for November 2014

Keluarga deni termasuk pecinta kebudayaan khususnya perwayangan yang berasal dari yogyakarta. Ayah denilah yang semasa mudanya gemar dengan wayang saat umur 26 tahun ia sudah banyak melatih orang memainkan wayang, bahkan ia banyak memenanangkan kejuaraan saat festival kebudayaan.
Ia memiliki dua orang anak laki-laki yang dilataih olehnya hingga sekarang, salahsatu anaknya adalah iman yang mulai fokus menggeluti perwayangan,bahkan ayahnya membuat sanggar perwayangan untuk memajukan perwayangan di zaman modren ini,imanlah penerus pertamanya yang dipercayai oleh ayahnya memegang sanggar yang ia buat dengan semangatnya, Ayahnya sudah mengajarinya tentang perwayangan saat iman masih SD, kini iman berhasil memajukan sanggar ayahnya yang awalnya sepi peminat kini ayahnya kagum padanya.

Deni anak kedua yang kini masih duduk di kelas 2 SMA, Ia sudah di ajari ayahnya saat SD karna melihat potensi deni yang semangat seperti ayahnya dia diajari sampai matang hingga sekarang. Bahkan deni lebih unggul dalam membuat cerita perwayangan. Namun saat deni duduk di klas 2 SMA entah mengapa ia jadi jarang latihan bahkan sama sekali tidak ikut latihan di sanggar, teman-teman deni banyak yang menanyakannya
 "ka iman,, deni akhir-akhir ini tidak pernah ikut latihan ya" kata echa saat selesai latihan "kamu kangen ya cha hehe...” gurau iman
“serius ka” tegas echa
“kaka juga tidak tau cha, kaka disanggar terus jarang ke rumah,besok deh aku tanyakan" kata iman membereskan wayangnya
 " bukankah deni Sekarang ikut ekskul japan club[1] ya" celutuk fawaz
"oh aku tau itu waz,, di japan club ada juga yang namanya cosplay[2] kan?
 deni memang suka sekali meniru-nirukan gaya Karakter anime[3] jepang sampai terbawa dalam kehidupannya,membuat kostum semirip mungkin.karna aku sering datang keacara festival jepang" jelas romi
 "emm jadi begitu ya rom,besok aku tanyakan ke dia" tutup iman menyelesaikan latihan hari ini.

Anak-anak sanggar mulai pulang ke rumahnya masing-masing, iman memutuskan untuk menginap di rumah ayahnya karna ada sesuatu yang ingin di tanyakan tentang deni.
Saat iman sampai dirumahnya, Iman urung bertanya pada ayahnya tentang deni,bahkan nampaknya ia benar-benar tidak tau.
Ke esokan harinya deni yang masih tertidur, dibangunkan oleh iman
"dugdug"suara pintu
 "de,,,bangun de ayah  sudah menunggu di bawah untuk makan pagi" iman dengan nada keras "baru menginep sehari saja sudah berisik, iya..iya nanti aku ke bawah,bawel banget" deni juga membalas dengan nada tinggi.
 Iman terkejut mendengar ucapan adiknya, semenjak iman jarang pulang kerumah karna mengurusi sanggar, deni mulai bersikap dingin dengan iman.

deni mulai turun kebawah dan masih memakai kaus merah terang bergambar karakter anime dengan celana pendeknya sesekali ia menguap, mata ayahnya sudah menatap tajam semenjak deni turun kebawah,deni melirik ayahnya ia bingung dengan tatapan ayahnya yang begitu tajam kepadanya.
 "bu,,ayah kenapa dia melihat ku seperti itu, seperti ingin marah saja" tanya deni ke ibunya
 "yasudah kamu duduk saja dulu ibu ingin menyiapkan makanan" ibu mengelus-ngelus rambut deni yang beratakan.
Suasana di meja makan mulai hening tidak ada kata yang keluar dari mulut mereka bertiga,beberapa menit kemudian ayah mulai berbicara
 "deni akhir-akhir ini kenapa kamu tidak pernah latihan wayang lagi? kaka mu yang memberitahukannya" tanya ayah dengan nada pendek.
deni melirik ke iman dengan dahi terlipat dan menggerakan mulutnya.
 "sudahlah yah bukan waktunya untuk membahas itu di pagi hari seperti ini aku malas masih ngantuk” deni menidurkan kepalanya di atas meja makan
" deni!! ayah bicara pada mu" ayah mulai meninggikan suaranya seketika deni mengangkat kepalanya.
suasana pagi dengan angin yang membuat bulu roma berdiri kini mulai memanas
 " aku sudah mulai bosan dengan perwayangan yah,menurut ku itu kuno,hanya kake-kake yang memainkan hal seperti itu dan apa ayah tau? aku selalu di cibir oleh teman-teman ku si wayang kurus arjuna.aku sudah muak di cibir seperti itu,aku lebih suka hobyku yang sekarang" deni dengan santai pada ayahnya.
 ayah diam tak berkata-kata kar na terkejut anak terakhirnya mengatakan hal seperti itu yang telah diajarinya bertahun-tahun dan hanya untuk mendengar pengakuan yang pahit untuk ayahnya.
 " wayang sudah menjadi darah daging di keluarga kita den,untuk apa ayah mendirikan sanggar khusus untuk wayang, itu adalah rasa cinta ayah terhadap perwayangan.
kamu boleh ikut budaya yang lain tapi ingat perinsip keluarga kita membangkitkan semangat perwayangan yang mulai tidak banyak peminatnya itu sudah harga mati di keluarga kita dan satuhal lagi kamu adalah menerus kakak den." kata iman menatap deni.
"aku sudah melupakan prinsip keluarga ini,terlalu kuno dan membatasi impian ku" balas deni kesal. iman hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya adiknya berubah secepat itu,padahal imanlah yang selalu mengajarinya wayang disaat ayah mulai mempercayainya hingga ia mahir, denipun termasuk anak yang berbakat memainkan wayang. karna didalam keluarga ini wayang sudah menjadi prinsip.
saat ayahnya mendengar ucapan deni yang sudah yang sudah keterlaluan,ayah bankit dari duduknya mengangkat tangan seraya ingin memukul  namun iman memegang tangan ayah "sudah yah,,suatu saat dia akan mengerti,biarkan dia menikmati apa yang dia suka sekarang " mendengar kata-kata anaknya,ayahnya mulai menurunkan tangannya dan duduk kembali.
" lebih baik aku mandi, aku malas dengan situasi seperti ini" deni meninggalkan tempat duduknya.
 karna ia tetap tidak ingin bermain wayang lagi,ayah benar-benar sangat kecewa dengannya,suasana pagi itu menjadi sedingin es.
deni pergi kesekolah tanpa pamit dengan ayahnya, ibunya khawatir dengan sikap deni yang mulai berubah, karna deni mulai dingin dengan ayah dan kakanya. saat deni ingin berangka ayahnya tidak berkata apapun hanya suara motor tetangga yang  terdengar sedang dipanaskan. demi pergi kesekolah  naik motor merahnya,  menyelap-nyelip mobil yang ada di  depannya, deni mulai menurunkan kecepatannya dia melihat burhan di pinggir jalan.
 "burhann!!" panggil deni.
”deni kebetulan banget, Bareng den sampai sekolah" burhan memukul punggung deni.
 "ayo cepet,, sudah mau telat nihh" deni menancap gas
 "weii...den tunggu!" burhan berlari mengejar motor deni
Di perjalanan kesekolah mereka berdua membicarakan tentang  japan club tenntang kostum yang mereka jalani karna burhan juga salah satu dari anggotanya.
" den kostum cosplay kamen rider [4] sudah selesai?" tanya burhan dengan suara lantang.
 "sudah ko,,buat kostum sederhana aja aku habis dua juta han" Bales deni
 "mahal banget den, aku  saja bikin  tidak sampai semahal itu,500 ribu juga sudah jadi" balas burhan .
" harga tidak penting han yang penting kostumnya bagus tidak kaya punya kamu"deni tertawa "haha,,tapi yang penting aku punya kepuasan tersendiri bisa menbuat kostum sendiri,  daripada harus beli keorang lain" balas burhan
 "sudahlah han aku juga puas bisa memakai kostum ini meskipun yang buat orang lain,tapi penampilan ku akan keren nanti” deni tertawa.
Bel tanda masuk sekolah terdengar, mereka berdua tepat waktu sampai sekolah. Burhan di turunkan di gerbang sekolah. Para siswa terlihat berlarian sekuat tenaga dari luar gerbang agar tidak telat, pak cipto mulai menutup pintu gerbar dengan perlahan beberapa siswa berhasil masuk saat gerbang mulai ditutup namun beberapa siswa terpaksa diluar untuk beberapa menit dan siap mendapat hukuman dari pak cipto.
Di dalam kelas deni terlihat banyak yang membawa properti-properti kebudayaan,karna hari ini ada lomba di sekolah tentang ke budayaan,siswa pun bebas menampilkan kebudayaan dari negri manapun,mereka bebas berkarya menampilkan dari budaya manapun. deni,burhan dan teman sekelas lainnya berparti sipasi mengikuti lomba untuk Menunjukan bakatnya,karna hari ini ada perlombaan, sekolah dipulangkan lebih cepat,siswa-siswa berbondong-bondong mencari barisan paling depan untuk melihat lebih dekat, sebagian siswa ada yang tidak minat melihat perlombaan dan memilih untuk pulang lebih awal. Penonton dari kalangan siswa mulai ramai,mereka datang untuk mendukung perwakilan dari kelasnya,guru-guru tertawa melihat siswanya bertingkah histris macam melihat artis terkenal.
Dengingan pengeras suara mulai terdengar tanda acara akan segera di mulai Suasana pun mulai hening karna pak komar kepala sekolah SMA ini ingin memberikan sambutan "langsung saja, demi menyambut hari sumpah pemuda kalian semua sudah tahu bukan? sekarang akan diadakannya perlombaan kebudayaan dalam dan luar,jadi tolong ikuti acara ini dengan hikmat dan tenang.hanya itu yg ingin saya sampaikan,maju terus para jiwa muda dan berkobarlah layaknya api" Sambutan singkat pak komar,di akhiri dengan terpuk tangan.
Peserta pertama menampilkan alunan musik dari arab yang disebut marawis,semua penonton menyalsikan dengan hikmat, namun tidak kalah hebatnya dengan peserta pertama peserta berikutnya dari kelas IPA menampilkan derama tentang sumpah pemuda mereka membuat cerita semodren mungkin tentang anak yang putus sekolah namun memiliki jiwa ingin maju, semua penonton begitu ramai saat pentas berlangsung begitu berkesan penampilan mereka di siapkan begitu matang dan memerlukan latihan yg cukup lama.
Lima peserta sudah tampil dengan masing-masing bakatnya tiba sudah deni tampil menunjukan Penampilannya,deni tidak mewakili kelasnya dia lebih ingin mewakili atasnama club jepangnya.
"peserta selanjutnya deni dari ekskul japan club, beritepuk tangan" Kata pembawa acara bertepuk tangan.
 Suara audio mulai terdengar karna ini adalah bagian pelengkap penampilan deni,suara audio itu seperti situasi ingin bertarung tiba-tiba deni keluar dari kerumunan penonton menuju keatas panggung, deni yang memakai kostum kamen rider bergaya seolah-olah ia sedang bertarung dengan musuh yang ada didepannya,deni begitu lihai memainkan pedangnya seolah ia benar-benar sedang bertarung, suara audio begitu teggang di dengar namun ada sebagian penonton yang kagum dengan penampilanya, ada pula yg berbisik-bisik dengan temannya .
"aneh banget maksudnya apa tidak jelas penampilannya" Bisik penonton dari belakang. Namun berbeda dengan teman satu club deni mereka tidak henti-hentinya bertepuk tangan kagum dengan penampilan deni,burhan tidak menyangka deni berlatih sampai bisa seperti itu dan itu adalah penampilan terbaiknya. Penampilan cosplay deni diselesaikan dengan sangat menarik membuat penonton tertawa.
Deni begitu percaya diri dengan penampilannya. "kamu lihat han,aku bisa melakukannya dengan sempurna" tersenyum senang.
 "hebat kamu den,aku bahkan aku tidak akan bisa sesempurna mu" puji burhan
"habis peserta ini kamu kan han" tanya deni
 "iya..aku siap-siap dulu den" balas burhan
 "ya semangat han, aku penasaran dengan penampilan mu" deni tertawa.

Terpukan penonton sudah terdengar itu berarti burhan akan segera tampil. Suara mulai diam seketika, "yaaa..pesertaTerakhir,semuanya masih semangatt,,ini dia burhan dari kelas Bahasa" semangat pembawa acara.
Suara audio yang berbeda dari deni sebelumnya,suara audio burhan seperti lantunan musik jawa, namun dimodrenkan menjadi terdengar semangat saat orang mendengarkannya. Tiba-tiba penonton berteriak kagum,siapa sangka burhan menampilkan cosplay seperti deni namun kostum burhan lebih unik dia memakai kostum kamen rider. tetapi berwujud gatot kaca begitu eleggan bila dilihat dari kostum berwarna keemasan burhan membuatnya dengan hasil pemikirannya dan yang membuat deni takpercaya burhan tampil bukanhanya memamerkan kostumnya tapi menampilkan permainan wayang,deni benar-benar terkejut selama ini burhan bukan hanya pintar membuar kostum namun membuat wayang juga yang di buat semodren mungkin seperti tokoh-tokoh anime jepang dia memainkan wayang nya sambil memakai kostumnya. Penonton terbahak-bahak melihat penampilan burhan memainkan wayang dia begitu pintar memainkan tokoh wayang,arjuna sebagai tokoh utamanya
 " pemisi om rambut kuning,tadi saya lagi mandi tidak tahunya ada lubang dimensi dan saya masuk kedalamnya ,lalu ini di mana ya"kata arjuna wayang bingung
 "uwaaa!!ada monsterr maa" kata naruto wayang
"woii!jangan kabur om rambut kuning,nasib pnya muka kaya gini" kata arjuna wayang ,
 Di pertengahan jalan arjuna bertemu makluk bertopeng
"bang permisi,ini di mana ya.."tanya arjuna
 "monster? Rasakan ini sinar penghancurrr!" kata ultera man
" emaak salah apa anak mu ini" arjuna di bawa terbang super man wayang.
suara tertawa penonton begitu ramai terdengar bahkan guru-guru didalam kantor ikut menyaksikan dan tertawa bersama.
Saat penampilan burhan berakhir penonton berteriak "lagi,,lagi" namun burhan lebih memilih mengakhirinya dengan mengatakan pesan kepada teman-temannyanya "hei semua seru bukan melihat wayang itu,siapa bilang menonton wayang itu membosankan dan seperti kakek-kakek,bahkan yang ada di depan ku ini anak muda bukan?,satu hal yang harus kita ingat kalian lahir di negri indonesia dan indonesia lahir dengan budaya-budaya yang beragam sayang bila tidak di teruskan,oleh karna itu di hari sumpah pemuda ini kita harus lebih mengenal indonesia lebih dalam lagi" Singkat burhan
Semua penonton bertepuk tangan begitupun guru-guru, penampilan burhan begitu berkesan bagi siswa-siswa yang menyaksikannya.
"han hebat kamu,ternyata kamu pandai memainkan wayang ya"deni memegang pundak burhan.
"hehe,,biasa aja ko den,karna pengumuman nya besok, mau main ke rumah ku?"ajak burhan "wah..boleh,aku ingin tau cara membuat kostum yang kamu pakai tadi han" balas deni senang "ngomong-ngomong kamu suka wayang yang tadi aku tampilkan ga den" tanya burhan Deni menghelakan nafas.
"sebenarnya saat aku duduk di kelas 4SD aku sudah d ajari wayang oleh ayahku, namun  hari ini aku benar-benar bersalah mengatakan wayang adalah membosankan dan untuk orang tua tetapi saat aku melihat burhan memainkan wayang dengan karakter yang di senangi oleh anak muda jiwa ku jadi ingin sekali memainkan wayang kembali" kata deni sambil memegang wayang deni.
"kebetulan den aku sedang mencari orang untuk Membuat sanggar wayang tapi untuk anak muda dan berkarya juga membuat karakter-karakter wayang,bagai mana?" balas burhan "karna ayahku sudah lama bermain wayang  jadi ia mendirikan sanggar  juga bagaimana kalau memakai sanggar ku dulu han, aku juga berminat  han" senyum deni
 "wahh boleh ..aku tidak menyangka kamu dari keluarga pecinta wayang den" Deni ngangguk meng iyakan.
deni yang awalnya tidak ingin bermain wayang lagi , tiga bulan kemudian mereka berdua berusaha mendirikan komunitas wayang modren dan tidak menghilangkan sisi kebudayaannya. Ayah deni lega melihat deni kembali seperti dulu tersenyum gembira bersama iman memainkan wayangnya.bahkan tidak lama komunitas mereka di bentuk mereka di panggil untuk pertamakalinya menampilkan wayang di jepang untuk memperkenalkan budaya indobesia.




[1] japan club sebuah organisasi yang membahas tentang bahasa jepang dan budayanya
[2] cosplay adalah salah satu budaya modren jepang yang menirukan karakter dengan kostum yang dibuat semiripmungkin.
[3] anime adalah kartun yang buatan jepang seperti naruto,digimon dll.
[4] kamen rider adalah satria bertopeng dan menggunakan armor yang unik,contohnya seperti bajahitam 


Arjuna Kedimensi Lain

Minggu, 02 November 2014
Posted by All about Japan

// Copyright © Pucuk Muda (kumpulan cerpen) //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //