Newest Post

// Posted by :All about Japan // On :Minggu, 10 Agustus 2014


Namaku sofi nama panjangku sofiiiii panjang bukan.aku sekarang duduk di kelas 2 IPA SMA harapan. Tadi pagi aku di  bangunkan ibuku , mukaku di siram karna aku sudah bangun namun tidur lagi.Karna itu aku berangkat terburu-buru untungnya aku selalu berangkat bersma ayah naik motor. Motorku melewati anak-anak sekolah yang berjalan kaki udara pagi yang segar membuat kantukku hilang.

Seperti pagi-pagi biasanya deni,ryan dan fazran aku lihat jalan bertiga mereka memang selalu jalan bertiga setiap pagi anehnya aku selalu bertemu mereka entah sengaja atau kebetulan. Saat motor ku mlintas hanya ryan yang menyapaku dengan sapaan itu-itu saja setiap hari sambil melambaikan tangan nya "hello sofi selamat pagi..semangat ya"sapa ryan yang bukan teman sekelas ku itu berlangsung setiap hari, tapi ia sering main ke kelasku karna ada deni, namun aku liat deni teman sekelasku yg duduknya paling belakang yang terlihat malas kalau sekolah hanya diam melihat ku tanpa senyum.sudahlah deni memang seperti itu.fazran sedang asik dengan rubiknya dia selalu membawa rubik kalau pergi sekolah.

Hari ini hari senin waktunya murid-murid upacara mereka berhamburan keluar aku di barisan paling belakang karna sudah sedikit telat saat upacara di mulai satu menit kemudian ryan,deni dan fazran berlari tergopoh-gopoh masuk kelas,dan langsung masuk ke barisan paling belakang. Deni menjulurkan lidahnya sambil berhaah aku tertawa kecil melihatnya dia menoleh ke arah ku sontak aku alihkan mukaku ke depan.


Upacara selesai di akhiri dengan salam pak cipto kepala sekolah SMA ini. Murid-murid yang terlihat lelah upacara, langsung lari berhamburan masuk ke  dalam kelas untuk mengikuti pelajaran berikutnya. Di  kelas kami sekarang pelajaran Matematika pak sarip yang mengajarnya sekaligus walikelas kami, sudah tidak asing lagi dengan galaknya, aku mengecek tasku.sontak apa! aku kaget keringat ku mulai bercucuran  Mana buku paket matematika ku,aku cari dengan pelan-pelan tapi tidak ada aku tidak percaya ku keluarkan semua buku ku dari dalam tas ke atas meja.tetap tidak ada.aku baruingat Ternyata aku lupa membawanya aku mulai panik karna lima menit lagi kelas dimulai.

 langkah kaki dari luar terdengar keras aku mulai ketakutan tapi aku bersyukur ternyata itu bukan pak sarip tapi ryan yang membawa buku paket matematika
kepanikanku mulai behenti tiba-tiba ryan dari kelas 2 IPS ada di depan pintu kelas ku.

"hello katanya disini ada yang ga bawa buku matematika, ada yang mau minjam?" ryan dengan cengiran khasnya. Aku kaget kanapa tiba-tiba kebetulan seperti ini aku langsung berdiri menghampiri ryan "eng,,aku yan, lupa bawa bukunya,kamu bener mau minjemin?"aku senyum
"pake dulu aja sof nanti jam ke dua  tolong balikin ya,titipin ke deni aja" kata ryan memberikan ku bukunya "ok.makasih banget yan.aku tidak jadi  di hukum deh sama pak sarip"aku tertawa ryan pun juga ikut tertawa.
aku tidak menyangka ryan sebaik itu aku senyum-senyum sendiri masuk kelas.


Pelajaranpun di mulai pak sarip memberikan materi-materinya aku melihat ke belakang,aneh deni belum masuk juga .pikirku mungkin dia tidak ikut pelajaran matematika lagi. lima menit pelajaran di mulai deni masuk dengan dengan permisi, namun ia tidak lolos begitu saja "deni dari mana kamu"tanya pak sarip dengan suara tinggi "dari kalas sebelah pak nagih hutang sudah dua bulan belum bayar terus.."henti deni "sudahlah bapa malas mendengarnya cepat duduk" pak sarip memotong, seketika suara gemuruh tawa terdengar di ruangan kelas deni duduk dengan senyum yang menurut ku manis tapi dia terlalu cuek.

Bel berbunyi dengan nada yang setiaphari ku dengar, dan juga tanda pelajaran telah selesai aku menoleh kebelakang tepat ditempat duduk deni "deni den" panggil ku "eh..kenapa sof" dia berjalan ke tempat duduk ku "ini bukunya ryan katanya ryan, nitip ke kamu aja buwat kasih ke dia" ku kasih ke deni "kamu balikin sendiri aja sof aku malas mau tidur dulu" sambil garuk kepala dan kembali ke tempat duduknya. aku kesal mendengar ucapannya itu. Akupun langsung menuju ke kelas ryan.tapi gawat pak sarip sudah masuk di kelas IPS.karna aku tak mau ryan di .Hukum, tanpa pikir panjang aku langsung masuk kedalam dengan permisi aku bersyukur pak sarip tidak curiga. Tapi saat ku kembali ingin keluar pak sapri langsung memanggil ku, suara itu bagiku seperti halilintar yang menyambar ku seketika gerak kakiku langsung terdiam.

"sofi..kamu minjem buku ke ryan?"bertanya tegas
"i..iya pa" aku menjawap gugup "tadi, kamu ga bwa bku iya?" ia balik bertanya "i..i..i" jaabku tambah gugup
" JAWABB!!" ia memukul papan tulis dengan sepidolnya
"IYA pak" aku menunduk "sekarang kamu berdiri di tengah lapang sana sambil hormat, karna kamu sudah membohongi saya" "baik pa"jawab ku lesu sambil berjalan
aku melihat anak-anak IPS menertawaiku dengan menggembungkan pipinya, tapi tidak dengan ryan, seperti merasa bersalah. pak sarip berhak menghukumku karana ia wali kelasku.aku berjalan dengan lesu ke tengah lapang yang terlihat tidak ada bayangan pohon satupun yang melindungiku dari panas matahari yang menusuk kulitku, di tambahlagi hal yang sangat memalukan sambil hormat, dan lihat kepala-kepala dari jendela terlihat sedang mlihatku menunjuk-nunjuk ke arah tengah lapang dan seperti sedang memanggil teman-temannya serasa tontonan yang menarik untuk bahan gurauannya,baginya itu adalah tontonan yang langka.
Betapa malunya menjadi tontonan selama satu setengah jam.

akumenghelakan nafas tetapi Belum sampai lima menit aku heren tiba-tiba pak sarip menyuruhku masuk kelas, diam sejenak karna heran siapa yang bisa membujuk guru killer itu lamunanku terhenti saat pak sarip menruhku masuk lagi, aku amat bersyukur karna itu tidak berlangsung lama. Di dalam hati apakah ryan yang membujuk pak sarip? gumamku..seketika aku mulai senyum-senyum sendiri sambil menuju kelas yang di dalamnya teman-temanku yang terlihat heran.
Karna hari ini ada ekskul peramuka aku pulang agak sore.jam setengah tiga sore upacara selesai aku senang ayahku mau menjemputku di sela-sela kesibukannya,dan ayah sangat perhatian selalu bertanya hal-hal yang membuatku tertawa pantas saja ibuku selalu terlihat riang jika mereka ngobrol berdua,

cuaca sejak jam tiga sore sudah terlihat mendung bahkan awan gelap sudah menguasai awan putih ayahku langsung menyalakan motor dan membawanya dengan terburu-buru takut hujan akan turun tiba-tiba ditambah lagi ayah ku tidak membawa jas hujan. ayahku terus menambahkan kecepatan laju motornya ayahku kaget ada penyebrang yang berlari, sontak ayah pun mematahkan belokannya ke arah kanan, jatuh lah kami berdua syukurnya kami jatoh direrumputan.
ayahku mengalami luka memar di sikut,dan kakinya tapi kakiku terhimpit motor, kakiku terkilir dan tidak bisa di gerakan dan berjalan.akupun di bawa taksi ke rumah, ayahku naik motor.orang yang menyebrangtadi entah kemana dia hanya menoleh saat kami jatuh. 

satu hari aku tidak masuk sekolah.kakiku masih belum bisa berjalan namun sudah bisa di gerakan.telfon rumah ku berdering aku mencoba ingin mengangkatnya tetapiayahku sudah berlari untuk mengangkatnya.aku melihat ayah mengagguk. Selesai ayah bertelfon, ternyata pak sarip yang menelfon. aku lupa mengabarinya, syukurnya Ayah sudah memberitahukan semua kejadiannya ke pak sarip aku mulai tenang. Sorehari sekitar jam setengah empat. aku kedatangan tamu aku berfikir itu sisika karna hanya dia yang kukabari kalau aku kecelakaan.tapi ibuku yang menyambutnya.bola mataku kelar sambil menganga akutak percaya ternyata bukan sisika ku ternyata nenek parubaya yang datang dan aku tidak mengenalnya. ibuku menghampiriku sambil berbisik ketelinga ku.

"sof kamu memanggil tukang pijit" kata ibuku heran "tukang pijit? Engga mah.ayah kali" aku bingung
belum sempat ibu berbisik kepada ku lagi nenek itu masuk kedalam mendekati kami berdua. 
"eneng yg namanya sobri" tanya nene dengan senyum yang giginya masih terlihat rapih "sofi ne . ." betulku "ko nene tau nama ku dari siapa? di suruh siapa?" tanyaku penasaran "iya sofi lupa nene,,di suruh anak muda, ganteng neng" senyum nene"oia,,ini surat dari dia, katanya suruh di kasih neng sobri" menjulurkan tangan nya "sofi nek"aku tertawa.

ne ijah sangat asik di ajak ngobrol ada saja ceritanya, dia juga selalu bercerita masa mudanya, aku tertawa tebahak-bahak mendengar ne ijah saat mudanya pernah jadi jagoan di kelas saat muda, bahkan ne ijah tak segan bercerita tentang keluatganya,aku kasian mendengarya. bagaimana tidak mempunyai anak dua dan ne hanya ne ijah yang mencari nafkah untuk makan mereka berdua karna suaminya sudah mendahuluinya pegi karna penyakit struk.akusenah bahkan sampai lupa sakit kakiku kini aku mulai bisa berjalan mesikipun sedikit sakit.

selesai ne ijah memijat ibu memberikan uang namun ne ijah menolak katanya sudah di bayar, tapi ibu tetap memaksa supaya ne ijah menerimanya untuk anak-anaknya, ibu juga memberikan bingkisan. ne ijah pamit dengan senang, katanya dia juga janji kapan-kapan ingin main lagi. di depan pintu aku menoleh ke kanan dan ke kiri aku mencari dia namun tidak ada siapapun, aku menghelakan nafas dalam dan bergumam aku heran siapa yang memberikan hal seperti itu, bukan kebetulan pastinya. aku memutar badan ku kedalam rumah.puncak penasaran ku mulai turun.aku teringat Karna tadi ke asikan mengobrol aku lupa membuka surat nya.aku buka aku kaget tapi senang membaca surat ini "bagaimana enak bukan pijatan sensasi nek ijah :D . Semoga kamu senang dan cepat masuk sekolah. aku hanya ingin mengetahui ke adaan mu saja. Cepat sembuh aku rindu senyum mu. aku bayangan mu yang selalu mengikuti mu" aku memeluk surat ini begitu pedulinya ia aku tambah penasaran siapa dia apakah dia teman sekelas ku fajran tetapi tidak mungkin dia selalu sibuk dengan dunianya sendiri atau jangan-jangan deni sudahlah dia hanya orang yang menyebalkan.

Tidak sampai tiga hari aku mulai masuk sekolah lagi.di kelasku hanya ada beberapa anak cewe, sisika yang sudah duduk melihatku dan menghampiriku menuntunku untuk duduk, aku melihat ke belakang ada ryan,fazran dan deni yang sedang asik ngobrol. ryan seperti biasa dia menypaku di jalan saat ku berangkat , tapikaliini dia mendekatiku dan bertanya ke adaan ku,entah ia tau dari siapa, ryan juga menyemangatiku. tetapitdak dengan deni dia masi asik mengobrol dengan fazran. karna bel sudah berbunyi ryan pun pergi masuk ke kelasnya,aku mulai tersenyum-senyum sendiri lagi.

aku memasukan tasku kedalam loker meja, aku heran mlihat di bawah loker ada selembar kertas aku pikir itu sampah,tapi saat aku buka bertuliskan "selamat datang ke sekolah.ternyata pijatan ne ijah ampuh ya :D." di dalam hati aku sangat senang, aku langsung menoleh ke belakang dia langsung menidurkan kepalanya ke mejanya. aku sempat berfikir apakah ini ulahnya dia. penasaranku hilang sementara,karna pak komar guru bahasa indonesia mengajar di kelas kami.
Dari mulai kejadian buku paket matematika ,sampai tidak jadi dihukum dan yang sangat membuatku senang bahkan itu tikak akan kulupakan sampai kapanpun itu adalah momen yang langka, dia mengirimkan nek ijah ke rumahku sampai sekarang ne ijah masih sering main ke rumahku, aku senang dia sudah menjadi langganan ibuku. Kejadian-kejadian yang membuat ku senang terus terulang, ketika aku ke kantin dengan temanku.semua makanan ku dan teman-teman ku sudah di bayar. Dan lagi saat hari ulang tahunku itu, kejutan yang benar-benar konyol,jika aku mengingat hal itu pasti aku selalu tertawa sendiri. bagai mana tidak, tukang koran langganan ayahku mengantarkan kado untukku isi nya novel yang ingin ku beli dan lebih gilanya lagi,sudah di tanda tangani oleh pengarangnya.aku mulai sangat penasaran dengan dia.

sekarang aku dekat dengan ryan. karna dialah yang baik padaku meskipun kelasnya berbeda, batin ku juga bebicara dialah orangnya yang selalu memberikan kejutan yang membuat hidupku menyenangkan entah itu benar atau bukan tapi aku membuka hati untuk ryan.sampai kelulusanpun aku dekat dengan ryan tapi aku urung menanyakannya karna aku senang dengan cara seperti ini.tapi di hari ini pula ryan menembak ku entah maksudnya apa dengan di temani deni.katanya sebagai saksi aku yang sudah bisa membuka hatiku untuk ryan aku pun menerimanya.deni terlihat aneh saat itu.syukurnya Kami semua pun lulus.

Sudah satu bulan aku berpacaran dengan 
ryan,akhir-akhir ini aku mulai bingung kenapa semua hal-hal yang membuatku tersenyum seperti telah hilang. Akupun mulai jujur pada ryan saat kami duduk bersama di taman " yan aku mau bertanya sesuatu,waktu kita masih Kelas dua SMA, saat kamu meminjamkan aku buku itu kepada ku dan menggagalkan hukuman ku, apa itu kau yang melakukannya?" tanya ku pada ryan "sebenarnya itu ulah deni, ketika aku sedang di dalam kelas tiba-tiba deni masuk kedalam kelas ku, memintaku untuk meminjamkan buku ku ke kamu." serius ryan "apa! Jangan-jangan" kaget ku "iya sof, dia tiba-tiba nekat masuk ke kelasku,bilang kalau dia yang tidak bawa buku,dia minjam ke aku katanya, lalu dia menyuruh mu untuk mengembalikannya ke aku. dan pak sarip menghukumnya,membersihkan toilet guru dan murid.aku kasian padanya. itu semua agar kamu tdak di hukum sof" ryan menatap ku
"jadi deni selama ini yang melakukannya" aku terkejut "iya..dia itu sebenarnya, suka sama kamu sof.entah dia urung mendekati mu,dia yang bilang sendiri ke aku.deni memang terlihat malas tapi dia baik sangat baik.bahkan dia merelakan mu untuk aku.kalaukau ingin bersama deni, Sekarang aku rela melepas mu untuk deni.karna dia yang pantas untuk mu sof. deni ingin kuliah di jepang. besok dia berangkat.jika kau ingin bersamanya susul lah" ryan mengusap air mataku karna aku tak menyangka orang yang selama ini ku acuhkan selalu ada di belakang ku.

keesokan harinya Aku yang di beritahu ryan, langsung berangkat ke bandara pagi-pagi. saat deni ingin masuk badara deni terkejut, melihat ku di sedang duduk. "hei sof.. aku sangat terkejut melihat mu di sini" deni berhenti melangkah entah tiba-tiba aku langsung ingin memeluk deni " aku lebih terkejut den, mendapatkan semua hal-hal yang membuatku tesenyum. Aku sangat senang hari-hari ku terasa berwarna. Apa kamu mau berjanji? "aku menangis "janji untuk apa" deni mengelap air mataku "janji akan kembali lagi"aku melepas pelukan ku " aku janji akan kembali" deni tersenyum dan memeluk ku kembali.
Langkah kaki nya perlahan masuk ke dalam,tubuhnya menghilang saat iya masuk ruangan.namaun ketka aku ingin kembali pulang seorang anak kecil berlari tergopoh-membawa selembar kertas. "kaka..kaka" berlari langkah ku berhenti melihat anak kecil itu berlari menuju ke arah ku. "ini ka..kata om tadi ini kertas kaka yg jatuh" aku tertawa siapa lagi kalau bukan dia.aku langsung membuka surat nya "lucu bukan anak kecil tadi aku membohonginya supaya dia kasih kertas ini ke kamu. Aku janji akan kembali lagi daaan..menikahimu.sebenarnya aku sudah tau dari ryan kau mau dateng ke bandara makanya
aku iseng beli matrai ini, jika kau tanda kita resmi pacaran namun kau harus menungguk. jika tidak aku akan kerumah mu meminta izin menikahimu secara jantan hehe.. aku tidak main-main sof ! salam aku bayangan yang selalu mengikutimu kini mulai nampak di mata mu" air mata ku membasahi surat ini, aku sangat bahagia hari ini, lagi- lagi ia selalu membat ku seperti ini, aku berjanji akan menjaga hati ini untuk mu.

TAMAT

By:Ahmad Baidhowie


{ 1 komentar... read them below or add one }

// Copyright © Pucuk Muda (kumpulan cerpen) //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //