Newest Post

// Posted by :All about Japan // On :Kamis, 14 Agustus 2014

hujan mulai turun orang-orang berhamburan untuk mencari tempat berteduh, dari jendela kantorku, aku melihat pedagang asongan yang mencari tempat untuk berteduh, suara kelakson mobil mulai berisik, karna ada ada satu mobil yang mogok ditengah jalan, aku tersenyum kecil melihat dua orang yang rela di guyur hujan untuk membantu endorong mobil yang mogok,enak rasanya karna orang yang di dalam mobil tidak mersakan dingin nya dibasahi hujan malam, dari kecil hingga sekarang entah aku suka sekali jika hujan turun,karna banyak yang bisa ku fikirkan saat turun hujan, dan lagi suara tetesan hujan yang bergemerecik, suasana di luar yang lenggang dan tidak terlalu ramai, hanya banyak orang-orang yang sedang berteduh di pinggirjalan. di saat seperti ini aku sangat merindukan sosoknya dia adalah ibuku,yang selalu di sampingku. oia namaku anna tidak ada nama panjangnya entah apamaksudnya ibuku memberiku nama seperti itu, agarmudah di ingat katanya. aku masih ingat cerita semasa kecil ku hinggasekarang meskipun tidak banyak yang kulupa.

dulu saat aku berumur kira-kira enam tahun,perawakan ku sangat lah kumuh, rambutku yang setiap harinya tidak pernah di sisir, baju yang ku pnya pun hanya beberapa helai, di umurku yang cukup ini untuk sekolah,tetapi aku tidak bersekolah aku sangat ingin sekali bersekolah, aku iri di setiap pagi, aku selalu melihat anak-anak seumuran ku bersekola, saat di pagi hari aku hanya bisa keluar dan melihat mereka berjalan menuju sekolah dengan teman-temannya. terkadang aku selalu rewel meminta ibu ku ingin sekolah seperti mereka,tetapi ibu ku selau mempunyai jurus saat aku rewel meminta untuk sekolah, dengan mengelus kepala sambil berkata iya dengan senyumannya itu.di saat itu juga aku langsung loncat kegirangan berlari kesana kemari, sampai mencium pipi ibuku dan aku selalu iseng mengatakan hal itu ke dede " de,, kaka mau sekolah,ibu bilang kalau di sekolah itu sangat menyenangkan, nanti kalau kaka sudah sekolah kaka ajarin dede" kata ku , tapi dede hanya diam dan asikmeyentil-nyeti kelerengnya, memang terkadang aku selalu bermain dengan dede salahsatunya bermain kelereng, sekarang dia asik bermain sendiri karna aku membiarkan dia bermain sendiri.

aku, dede, ibu hanya tinggal bertiga, ibu ku bilang ayah ku meninggalkan ibuku saat aku masih bayi, aku yang sudah mengetri, aku kesal memiliki ayah yang seperti itu meningalkan ibu demi kepentingan sendiri, saat ini aku menganggap ayahku sedah meninggal, aku tidak ingin mengingatnya lagi bahkan wajahnyapun aku tidak mengetahuinya. tempat tingal kami bertiga hanyalah gubuk dipinggir semak-semak, yang hanya cukup untuk bertiga, terkadang aku takut saat turun hujan saja gubuk ini selalu kebocoran bahkan kalau disrtai angin kecang saja serasa menari-nari seoalah gubuk ini akan rubuh, aku sangat khawatir jika gubuk ini runtuh entah apa jadinya.


ibuku selalu memeluk kami berdua di saat hujan deras seperti ini, karna dede selalu ketakutan melihat gubuk kami yang bergoyang-goyang, memang gubuk ini dibuat oleh ibuku sendiri dengan mengumpulkan ranting-ranting, kayu bekas dan juga daun kelapa  kering yang sudah jatuh kebawah  di kebun sebelah jadilah gubuk yang aneh ini namun banyak kebahagian jika aku masih bersama ibuku. padahal ini sudah malam tapi aku dan dede tidak bisa tidur dalam keadaan seperti ini.

" bu ade takut" menarik-narik baju ibu
"ih,, cemenn kamu de, liat kaka nih,, ga takutkan" aku bergaya, meledek dede
"BLAAAARR" *suara petir*
 aku sontak langsung memeluk ibuku,karna sura menggelegar itu sangat mengagetkan ku ditambah lagi kilauan-kialauan petir.
"ibu anna takut,,," aku berlindung di belakang ibuku
" haha,, cemen kamu ka ade aja ga takut" ade memeletiku, aku tidak membalas apapun
"hihi,,kamu ga malu an sama dede tuh,,sini sama ibu nanti ibu ceritakan dongeng, seru loh" ajak ibu
"yahh,, dongeng lagi,gambar aja bu dede suka gambar." sambil menggerakan tangannya seolah-olah memegang pensil,
"ah,,paling juga gambarnya itu-itu saja,,gunung,matahari,rumah, sawah,,apalagi ya...." aku berfikir
" burung!" sambar dede
"iya,,gambar mu jelek de,, coba kaka kasih tantangan dede bikin gambar kaya rumah kita,tapi lagi kena angin hujan, bisa ga? nanti kaka kasih. buku gambar baru!!" dedua angan ku ku angkat ke atas
" iya ka mau deh,,tapi janji ya,,ya" serius dede
" memang kamu uang dari mana ka?" tanya ibu
" dari ibulah" aku tertawa,, ibu kutertawa menekan hidungku
"yaudah,,nanti kalo  ade bisa ibu beliin deh,,mau dongeng apa kambar nih" tanya ibu
"dongeng aja bu aku lagi malas gambar" balas dede

meskipun di tengah-tengah hujan yang lebat seperti ini ibuku selalu bisa membuat suasana mennjadi riang, takterasa satu jam setengah ibuku berdongeng, kali ini ibu berdongeng monyet yang serakah, aku ade menikmati sekali dongeng itu sampai hujan di luar kami cueki. dede mulai tertidur di samping ibuku, namun tidak dengan ku.
"anna kamu belum tidur,liat dede tidurnya pulas sekali,,mau ibu dongengi lagi" tanya ibu sambil tersenyum
"tidak bu,anna hanya memikirkan,,anna ingin mencari uang saja bu,biarin tidak sekolah, asal dede bisa sekolah" tatapan ku serius ke ibu
" anna,,sini mendekat" aku pun mendekat " besok ibu mau mendaftarkan mu sekolah,,"bisik ibu
"ibu benar!! tapi bu, sekolah itukan mahal"
" insya allah cukup an,,ibu sudah lama menabung hasil jual gorengan ibu,,liat baju mu sudah ibu belikan, tapi
sementara kamu memakai keresek pelastik dulu ya ibu belum bisa membelikannya" ibu ku mengambil baju sekolah.
aku tak percaya ibuku sudah menyiapkan jauh-jauh hari ternyata ucapan ibu waktu itu bukan lah bohong, kali ini aku tidak loncat kegirangan, aku langsung memeluk ibuku dan menciumnya.


*******


aku masih menunggu hujan yang masih belum reda, bahkan bertambah deras, gemuruh-gemuruh hujan turun terdengar begitu keras tanda hujan sangatlah lebat. namun tidak mengurangi indahnya kelap-kelip lampu di kota ini. aku menghelakan nafas panjang sampai kaca ini berembun,aku mengusap dengan tangan ku, di luar jalanan sanangat langgang hanya ada beberapa mobil yang lewan dengan kecepatan tinggi. bakan sekarang banyak motor dipingiir jalan, tubuhku kali ini  mulai menggigil karna cuaca semakin malam semakin dingin, meskipun aku didalam kator ku tetap saja dinginya membuat ku menggigil.di saat seperti ini aku  rindu sekali pelukan ibu.

aku masih melihat-lihat suasana di luar,pedanggang asongan tadi mulai berlari-lari di panggil oleh  banyak yang ingin membeli sesuatu, aku melihat wajah pedagang asongan itu terlihat senang sekali karna hujan ini ia tidak usah repot-repot ketengah jalan menawarkan jualannya.aku jadi ingat, ibuku selalu mengajak ku ber jualn gorengan di sekolah SD ku dulu, saat istirahat aku membantu ibu ku berjualan gorengan.

saat umurku sepuluh tahun ade ku tujuh  tahun, aku senang, karna bukann hanya aku yang bersekolah tapi dede juga, saat dede belum sekolah dede selalu ku ajari membaca,menulis bahkan hal yang paliing dede sukai menggambar dia selalu minta di ajari itu, sementara ibuku tak usah repot-repot mengajari dede, terkadang aku kasihan melihat ibu ku, dia berjuang sendiri untuk sekolah kami bahkan sekarang bukan hanya menjual gorengan saja, ibuku sekarang selalu mengumpulkan botol-botol bekas yang bagi ibuku adalah emas yang berserakan di jlan raya, itu ia lakukan setiap sembahyang subuh, aku ingin selali membantunya, tapi ibu selalu melarang ku dia lebih senang jika kami belajar di rumah, kini tubuh ku bertambah tinggi dan terlihat imut itu ibu yang bilang, rambutku kini sudah tidak seperti orang yang belum mandi,perawakan ku dan dede tidak seperti yang dulu, sekarang kami tinggal di kontrakan yang kecil,karna gubuk yang ibu buat telah di gusur dede yang tidak tau apa-apa saat itu hanya menangis karna melihat ku menangis,seperti biasa ibuku sudah mengetahuinya bahwa rumah gubuk kami terancam di gusur tetepi ibuku masih mempunyai uang simpanan. ibuku pun masih menjual gorengannya, aku bersyukur kini gorengan ibuku, banyak yang pesan.
dan satu lagi yang membuatku terkejut aku mendapat besiswa ke malaisia, ketika itu aku enggan meninggali ibuku dan dede tapi ibu selalu menyemangatiku supaya mengambil beasiswa itu, ya aku niatkan itu untuk ibuku dan dede. aku kini berkomunikasi dengan dede katanya dia kalau kangen aku selalu ke warnet.

:" kaka,,enak ya disana,dede mau juga ka kesana" dede di chat
" hehe enak dong de,, makanya belajar yang benar supaya bisa ke sini, ibu kabarnya gimana de?" tanya ku di chat
"siap ka kirimin buku gambar lagi ya ka, aku suka yang buku gambar yang kaka kirimin waktu itu,"balasnya
"iya nanti kaka kirimin  lagi,,kaka tanya kabar ibu de gimana?"
"ibu lagi sakit ka"
"eh,,kamu ya de kaenapa ibu di tinggal sendirian sii, pulang sana"
"hehe,,ini ibu kaka anna yang cantik,ibu lagi sama dede,liat dedemu menertawai mu tuh seneng banget"
"ibu bikin kaget saja _ _" "
"belajar yang benar ya ka di sana jangan mikirin ibu di sini, ibu baik-baik saja kan ada dede, jagoan ibu"
" iya,, anna rindu ibu sama dede"
" nati ibu kirim foto ibu sama dede yah,, biar rindumu hilang"

setengah jam aku chat dengan ibuku yang tadi kupikir itu dede,ibuku mengirimkan fotonya bersama dede dengan poseyang ceria sekali membuat rasa khawatir ku menghilang sementara. teman sekamar ku dita di melihat ku menangis, dia segera memberikan ku saputangannya,.
"kenapa kamu ann" tanya dita
" aku rindu ibuku dit, sudah setahun aku tidak melihatnya" aku mengelap air mataku
"sudahlah ann,,aku yakin ibumu baik-baik saja, do'akan saja ann"
" tapi,,"
"sudahlah ann,, besokmasih ada ulangan matematika,, apa kamu mau nilaimu hancur,kalau nilaimu hancur ibumu akan kecewa bukan"balas dita
dita terus menenangkanku supaya tidak terus khawatir seperti ini, aku selalu menuangkan isi hatiku ini kepada dita hanya dialah teman ku,terkadang aku iri padanya karna ia murid paling pintar di kelasku, aku di bawah dita, makanya kami selalu jadi bahan bincangan di kelas, dan lagi banyak sekali anak-anak laki mendekati dita minta di ajarkan ini dan itu tetapi dita selalu menolaknya entah dita memang seperti itu dia hanya terbuka dengan anak cewe salah satu nya aku, jika aku tidak mengerti tentang pelajaran aku selalu bertanya pada dita. di saat kami sedang dikamar dan bercerita macam-macam dengan dita,muncul biangkerok yang merusak suasana kami.


MASIH BERLANJUT ^_^




Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

// Copyright © Pucuk Muda (kumpulan cerpen) //Anime-Note//Powered by Blogger // Designed by Johanes Djogan //